Inilah Ukuran Standar Tiap Area Di Dapur
Mengetahui ukuran standar tiap area di dapur merupakan perihal penting untuk menunjang kegiatan memasak agar berjalan lancar dan nyaman. Selain itu, Anda juga perlu memahami bagaimana cara menata perabotan dapur yang fungsional namun tetap rapi.
Seperti yang diketahui, jika dapur merupakan ruangan yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat mengolah makanan. Ya, kebanyakan orang biasanya menghabiskan banyak waktu di dapur untuk menyiapkan masakan terenaknya untuk dihidangkan bagi seluruh penghuni rumah.
Nah jika di amati kegiatan mengolah makanan itu terbagi menjadi empat hal, yaitu mencuci bahan makanan, menyiapkan bahan, memasak dan menyimpan bahan makanan. Jadi, apapun desain dapur yang Anda pilih, sebaiknya terdapat empat area yang memfasilitasi empat hal tersebut.

Lebih lanjut, Anda juga harus memastikan ukuran standar dapur supaya kegiatan mengolah makanan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Sehingga, rasa jenuh dan sumpek tidak akan “menyapa” Anda lagi selama kegiatan mengolah makanan berlangsung.
Mengetahui Ukuran Dapur Ideal
Lantas, seperti apa ukuran standar dapur yang direkomendasikan ahli desain interior? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan di bawah ini!
- Ketinggian yang memadai
Ukuran standar dapur pertama yang harus mendapat perhatian utama adalah perihal ketinggian. Ketinggian yang dimaksud bisa berupa ketinggian kompor, wastafel hingga meja dapur.
Ahli desain interior merekomendasikan ketinggian semua area tersebut setara dengan pinggul orang dewasa. Ini dapat menunjang Anda ketika mengolah makanan. Coba bayangkan, posisi kompor terlalu rendah sehingga saat memasak makanan, Anda harus membungkuk. Ini bisa membuat Anda pegal dan menguras tenaga.
Nah lebih spesifiknya, tinggi kompor meja dapur dan wastafel sebaiknya antara 85cm sampai 90cm dari lantai. Akan tetapi, ketinggian tersebut dapat Anda ubah sesuai dengan tinggi badan Anda sebaiknya tidak terlalu jauh dari ukuran tersebut.
- Ukuran meja dapur yang direkomendasikan
Berpindah ke ukuran meja dapur. Ahli desain interior merekomendasikan lebar meja pada dapur minimal 60 cm. Adapun panjangnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Anda juga dapat mematok lebar meja dapur lebih dari 60 cm. Namun, masih menurut ahli desain interior, ukuran meja segitu selebar itu sudah dapat membuat para ibu – ibu leluasa bergerak saat mengolah makanan.
Lebih lanjut, lebar meja 60 cm juga memungkinkan wastafel dan kompor dipasang sebaris atau searea dengan meja dapur.
- Ketinggian kabinet atas yang ideal
Tidak sedikit orang yang menginginkan dapurnya terpasang kabinet atas. Mungkin, Anda juga pengin memiliki kabinet atas untuk dipasang di dapur. Jika iya, Anda harus mengetahui ukuran ideal dari ketinggian kabinet atas.
Direkomendasikan bagi Anda untuk memasang kabinet atas dengan ketinggian 2,4 sampai 2,5 meter dari lantai. Ini berlaku bagi rumah yang bagian langit – langit plafonnya memiliki ketinggian 3 meter atau lebih sedikit.
Perlu diketahui, pemasangan kabinet atas ini tidak harus dilakukan di ruang dapur rumah Anda. Jika memang dirasa kabinet atas membuat dapur Anda menjadi terasa sempit dan sumpek, maka sebaiknya tidak usah memasang kabinet. Alangkah baiknya gunakan saja kabinet bawah untuk menyimpan perabotan – perabotan dapur Anda. kabinet bawah ini bisa dipasang tepat pada bagian bawah meja dapur.
- Jarak meja dapur dan kabinet atas yang ideal
Memahami ukuran standar dapur juga harus mempertimbangkan jarak antara meja dapur dan kabinet atas. Ahli desain interior merekomendasikan jarak meja dapur dan kabinet atas yang ideal adalah sekitar 50 – 60 cm.
Jarak ini tidak akan membuat Anda kesulitan menjangkau perabotan dapur yang disimpan di dalam kabinet atas. Selain itu, aktivitas mengolah makanan di meja dapur juga tidak akan ‘terganggu’ dengan menerapkan jarak ideal tersebut.
Coba bayangkan, jarak kabinet atas dengan meja dapur terlalu rendah. Bisa jadi Anda sering terbentur dan sulit beraktivitas di meja dapur. Kemudian, jika kabinet atas terlalu tinggi, hal itu pun membuat Anda kesulitan mengambil barang – barang di dalamnya.
- Area kerja yang Ideal
Mempertimbangkan area kerja yang ideal ini menjadi sebuah hal yang paling penting dalam memahami ukuran standar dapur. Area kerja yang dimaksud yaitu area di mana Anda bisa dengan bebas dan leluasa mengolah makanan di dapur.
Ahli desain interior merekomendasikan area kerja yang ideal yaitu berjarak 90cm. misalnya, dapur rumah Anda memiliki dua meja yang berhadapan, maka kedua meja tersebut harus berjarak 90 cm.
Dengan begitu, Anda dapat dengan leluasa berdiri untuk memotong makanan dan memasak, berjongkok untuk mengambil barang yang disimpan di kabinet bawah, mondar – mandir untuk keperluan tertentu dan lainnya.
Perlu diingat, 90 cm adalah ukuran minimal. Jadi, jika dapur Anda cukup luas, Anda juga dapat mematok ukuran lebih dari 90 cm. Misalnya, 110 sampai 120 cm.
Cara Menata Dapur Dengan Benar Dan Rapi
Setelah mengetahui ukuran standar tiap area di dapur, saatnya Anda memahami bagaimana caranya menata dapur dengan benar dan rapi. Tidak hanya rapi, dapur Anda juga akan terlihat semakin luas. Ini juga bisa dijadikan ‘siasat” mengakali dapur yang berukuran minimalis menjadi terlihat lebih lapang dan luas.
Berikut beberapa cara menata dapur dengan benar dan rapi:
- Mengelompokkan peralatan dapur
Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam menata dapur adalah mengelompokkan peralatan dapur sesuai dengan jenisnya. Misalnya, wajan, panci, pisau serta bumbu – bumbu dapur diletakkan di satu area yang sama. Usahakan untuk meletakkannya di dekat kompor agar proses memasak menjadi mudah dan lancar.
Kemudian, Anda juga dapat meletakkan piring, sendok, garpu, gelas dan ‘kawan – kawannya’ di satu area yang sama. Usahakan untuk meletakkannya di dekat meja makan agar kegiatan makan dapat dilakukan dengan efisien.
- Memperbanyak laci
Dengan memperbanyak laci bisa dikatan sebagai langkah sederhana membuat dapur menjadi lebih rapi. Ya, sejumlah peralatan dan perlengkapan dapur bisa disimpan di tempat itu.
Dengan adanya laci, Anda juga dapat dengan mudah mengambil dan menaruh barang. Lebih dari itu, keberadaan laci juga dapat membuat Anda mengakses setiap sudutnya, termasuk sudut yang paling dalam.
- Memerhatikan alur penggunaan dapur dengan benar
Ini berhubungan dengan alur kerja Anda selama beraktivitas di dapur. Seperti yang diketahui, jika kegiatan mengolah makanan dimulai dari menyiapkan bahan, kemudian mencucinya, memotong bahan sampai memasak. Kegiatan – kegiatan tersebut sebaiknya didukung dengan tempat yang memadai dan berurutan.
Nah dengan berurutan, kegiatan mengolah makanan pun menjadi lebih efisien dan efektif. Ini juga dapat membuat Anda tidak terlalu capek saat mengolah makanan karena tidak perlu mondar – mandir berkali – kali.
- Menggunakan penerangan yang memadai
Yang terakhir Anda juga perlu memperhatikan penerangan dapur Anda. Karena kegiatan memasak memerlukan ketelitian dan kecermatan yang ekstra supaya terasa lezat dan sesuai dengan harapan. Jika penerangan dapur Anda kurang baik, bisa saja kegiatan memasak menjadi terganggu.
Penerangan yang memadai dapat diperoleh melalui pemasangan jendela. Jika tidak memungkinkan, pasang skylight di bagian atas dapur Anda. Jangan lupa untuk menggunakan lampu yang memadai untuk menerangi dapur Anda di malam hari.
Bagaimana Anda sudah mengetahui tentang ukuran standar tiap area di dapur dan cara menata dapur dengan benar dan rapi. Nah, sekarang saatnya menggubah dapur Anda.
Namun, jika dirasa masih kesulitan untuk menentukan ukuran standar dapur yang terbaik dan kurang percaya diri dalam menata dapur supaya tampak lebih rapi, sebaiknya Anda menggunakan jasa desain interior dapur berpengalaman.
0 Comments