Cara Membuat Bak kontrol Saluran Air
Apakah Anda sering mendengar istilah bak kontrol saluran air tetapi Anda belum tau peralatan apa itu sebenarnya ? Tenang, pada kesempatan kali ini kami akan membahas apa itu bak kontrol, fungsi bak kontrol dan cara membuat bak kontrol saluran air. Baca sampai tuntas ya!
Bak kontrol adalah bak berlubang yang dilengkapi dengan penutup diatasnya yang umumnya sering ditempatkan pada belokan saluran air atau pada saluran tertutup setiap panjang sekian meter. Selian itu bak kontrol juga perlu diletakkan jika ada perubahan ukuran saluran dan perubahan kemiringan saluran.
Fungsi bak kontrol adalah untuk mempermudah Anda melakukan perawatan dan mencegah terjadinya penyumbatan pada saluran air. Dengan adanya bak kontrol pada sebuah bangunan Anda akan dengan mudah dan cepat mengetahui bagian mana saluran yang tersumbat dan dapat segera diatasi. Karena jika ada sampah yang terbawa masuk ke dalam saluran air, maka sampah tersebut akan tersangkut, tersaring pada bagian bak kontrol ini. pada umumnya bak kontrol dibuat dengan ukuran dimensi 50 x 50cm dengan kedalaman 50cm sampai 60cm. tetapi ukuran ini tentu saja bukan sebuah acuan yang saklek karena tergantung juga dari ukuran saluran yang dihubungkan dan beberapa hal lainnya sesuai kebutuhan sang pembuat bak kontrol.

Cara membuat bak kontrol saluran air
Kadang ada juga bak kontrol yang ukurannya sampai 1 x 1 meter. Yang pasti tidak mungkin bak kontrol dibuat lebih kecil dari saluran yang dihubungkannya. Misalnya saluran dengan lebar 60cm tentunya tidak mungkin menggunakan bak kontrol dengan lebar 40cm, minimal sama dengan lebar salurannya yaitu 60cm. untuk kedalaman juga begitu, kedalaman bak kontrol pasti lebih dalam daripada salurannya.
Untuk bagian tutupnya bisa menggunakan tutup pelat beton, tutup pelat besi, atau juga menggunakan grill besi, semua tergantung pilihan Anda. untuk beton bertulang sendiri bak kontrol bisa dibuat dengan cor beton manual di tempat atau menggunakan produk bak kontrol beton precast yang sudah jadi. Menggunakan bak kontrol beton precast lebih mahal jika dibandingkan dengan cor beton ditempat, tetapi akan memudahkan dan memeprcepat pelaksanaan pekerjaan tidak masalah menggunakan bak kontrol precast.
Dalam perhitungan RAB biasanya harga bak kontrol dihitung dalam satuan unit terpasang, jadi sudah memperhitungkan biaya – biaya untuk pekerja galian tanah, rabat beton, lantai kerja, bak kontrol dan tutupnya serta urugan kembali tanah bekas galian.
Cara Membuat Bak Kontrol Saluran Air
Untuk memasang bak kontrol saluran air, Anda bisa mengikuti langkah – langkah di bawah ini:
- Gali lubang untuk bak kontrol
Setelah Anda selesai membuat instalasi pipa saluran air, lanjut Anda harus membuat lubang untuk bak kontrol, posisikan pada setiap titik belokan pipa atau titik lainnya terlebih dahulu. Ketika melakukan pengalian pastikan lubang yang digali cukup besar, setidaknya berukuran 70 x 70 x 70cm, untuk memudahkan Anda ketika memasang batu bata merah serta melakukan pengecekan atau perawatan pipa saluran pembuangan tersebut.
- Menyiapkan adonan semen
Setelah selesai menggali lubang untuk bak kontrol, langkah selanjutnya Anda perlu mempersiapkan adukan semen untuk memasang batu bata merah di dalam lubang bak kontrol tersebut. Ketika membuat adonan semen pastikan adonan tersebut dibuat dengan baik sehingga batu bata merah bisa terpasang dengan baik.
Lubang bak kontrol ini akan sering terkena air, jadi jika Anda tidak membuat adonan semen denggan sempurna, maka pondasi batu bata merah juga kemungkinan besar akan cepat rusak. Jika hal ini sampai terjadi, jelas akan merepotkan karena Anda harus membongkarnya dan membuat bak kontrol saluran air lagi.
- Memasang batu bata merah
Setelah menggali lubang dan menyiapkan adonan semen, selanjutnya Anda sudah bisa memulai proses pemasangan batu bata merah. Namun sebelum memulai prosesnya, pastikan Anda menyiram lubang tersebut dengan air terlebih dahulu dan taburkan juga pasir di atasnya. Setelah itu, baru Anda bisa memulai proses pemasangan batu bata merah.
- Memasang pipa pada bak kontrol
Setelah memasang batu bata merah pada bak kontrol, selanjutnya Anda sudah dapat memasang pipa. Pastikan posisi pipa berada di tengah fondasi batu bata merah yang sudah dibuat. Jangan lupa untuk mengoleskan adonan semen di antara kedua sisi pipa yang menempel pada fondasi batu bata merah agar airnya nanti tidak keluar dari fondasi tersebut.
- Memasang batu bata merah kembali
Setelah pipa terpasang, selanjutnya Anda dapat memasang kembali batu bata merah di atasnya. Prinsip dari pemasangan batu bata merah ini sama seperti ketika Anda membuat bak mandi, yaitu selang seling, agar fondasi bak kontrolnya lebih kuat.
Jika batu bata merah sudah dipasang selang seling, selanjutnya Anda perlu melakukan finishing pada fondasi batu bata merah tersebut. Pastikan tidak ada lubang yang tersisa pada fondasi tersebut.
- Menambahkan kerikil pada dasar bak kontrol
Setelah fondasi bak kontrol selesai dibangun, cara membuat bak kontrol saluran air yang selanjutnya adalah menambahkan batu kerikil atau koral pada dasar bak kontrol serta saringan pada kedua lubang pipa. Hal ini dilakukan untuk menahan kotoran agar tidak mengalir keluar dari bak kontrol.
Kotoran yang terdapat pada pipa saluran air harus mengendap di dalam bak kontrol. Maka dari itu, Anda harus secara rutin membersihkan bak kontrol ini agar air yang mengalir ke rumah Anda tidak mengalami bau atau kotor.
- Memasang penutup
Terakhir Anda juga harus mempersiapkan penutup untuk bak kontrol yang telah Anda buat. Fungsi penutup ini adalah supaya bau dari kotoran yang mengendap di bagian dalam bak kontrol tidak menyebar keluar, tentu Anda harus memasang penutup di bagian atasnya. Tutup bak kontrol biasa Anda buat dari bahan cor semen, penutup plat besi pastikan juga untuk memasang pegangan di bagian atas penutup tersebut agar mudah untuk dibuka dan ditutup ketika Anda hendak melakukan pengecekan saluran air.
Setelah Anda sudah selesai membuat bak kontrol saluran air pada satu titik, Anda bisa melanjutkan proses yang sama pada titik selanjutnya. Sama seperti penjelasan di atas, ada baiknya jika setiap belokan pipa saluran memiliki bak kontrol. Jika dirumah Anda menggunakan saluran yang lurus panjang, pastikan untuk menempatkan bak kontrol setiap lima meter. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, Terimakasih.
0 Comments