Bahaya Minyak Jelantah Untuk Kesehatan Tubuh Bisa Sebabkan Kanker

Apakah Anda sering menggoreng makanan menggunakan minyak sisa atau minyak jelantah? Jika memang iya, sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk tersebut. Pasalnya, bahaya minyak jelantah bagi kesehatan sangat banyak, mulai dari meningkatkan resiko infeksi bakteri sampai memicu kanker.

Supaya makanan yang diolah dengan cara digoreng tetap sehat dan tidak berbahaya bagi tubuh, Anda perlu memperhatikan kualitas jenis minyak goreng yang digunakan dan teknik menggoreng yang benar.

Bahaya minyak jelantah untuk kesehatan tubuh

Bahaya Minyak Jelantah Untuk Kesehatan

Minyak bekas menggoreng yang dibiarkan hingga remahannya mengendap disebut minyak jelantah. Minyak goreng bekas ini umumnya sudah digunakan dan disaring kembali supaya lebih jernih untuk nantinya digunakan lagi untuk menggoreng.

Memanaskan minyak berulang kali dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan pemakainya. Beberapa bahaya minyak jelantah untuk kesehatan antara lain:

  1. Meningkatkan risiko penyakit botulisme

Botulisme adalah penyakit serius yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh bakteri clostridium botulinum. Bakteri ini dapat ditemukan di lingkungan, termasuk dalam tanah, debu, dan air. Clostridium botulinum dapat menghasilkan spora yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang sulit, seperti kekurangan nutrisi atau keadaan asam.

Jika minyak tidak disaring dengan baik dan sisa – sisa makanan dibiarkan dalam minyak, ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri, termasuk clostridium botulinum. Minyak jelantah yang digunakan berulang kali tanpa proses penyaringan yang memadai dapat menjadi tempat ideal untuk pertumbuhan bakteri ini.

Gejala botulisme dapat berkembang dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang ditimbulkan, seperti kesulitan menelan, kesulitan berbicara, mulut kering, kelemahan otot, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, hingga kelumpuhan, dapat terjadi pada kasus – kasus botulisme.

Penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan saat memasak, menyaring minyak dengan baik, dan menghindari penggunaan minyak yang telah digunakan berulang kali tanpa proses penyaringan yang memadai. Juga, menyimpan makanan dalam keadaan bersih dan mematuhi pedoman keamanan pangan dapat membantu mencegah risiko terkena botulisme dan penyakit lainnya. Jika Anda mengalami gejala botulisme atau memiliki kekhawatiran, segera cari bantuan medis.

  1. Meningkatkan risiko penyakit kanker

Minyak goreng yang digunakan berulang kali bisa menurunkan titik asap minyak akibat terlalu sering dipanaskan. Setiap kali minyak dipanaskan, terbentuklah asam lemak dan radikal bebas berbahaya akibat dari proses oksidasi.

Proses pemanasan berulang juga akan memecah antioksidan polifenol yang terdapat pada minyak nabati. Akibatnya, terbentuklah senyawa karsinogenik dalam minyak dan makanan yang dimasak dengan minyak tersebut.

Senyawa berbahaya ini kemudian dapat masuk ke dalam tubuh dan kemudian menyerang sel – sel sehat. Akibatnya, senyawa karsinogenik ini dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Bahkan, asap bakaran dari proses menggoreng dengan minyak ini pun dapat memicu kanker. Penelitian menyebutkan, menghindari paparan asap minyak goreng jelantah bahkan bisa menurunkan risiko kanker paru – paru.

  1. Meningkatkan kadar hidrogen peroksida

Berdasarkan penelitian, bahaya minyak jelantah yang dipanaskan berulang kali terkonfirmasi mempunyai tingkat peroksida lebih tinggi dibandingkan dengan minyak yang tidak dipanaskan atau hanya sekali pakai.

Apabila hidrogen peroksida dalam konsentrasi tinggi tertelan, hal ini dapat menyebabkan keracunan hingga komplikasi berbahaya lainnya. Bahaya menelan hidrogen peroksida sebanyak 3% bisa menimbulkan gejala seperti mual dan muntah, iritasi perut, perut membengkak, sampai mulut berbusa. Mengkonsumsi hidrogen peroksida dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan emboli udara, iritasi kulit, sampai gangguan pernapasan.

  1. Meningkatkan risiko obesitas

Salah satu dampak negatif menggunakan minyak jelantah adalah meningkatnya risiko obesitas. Menurut penelitian dalam jurnal National Library of Medicine pada 2016, minyak jelantah atau minyak yang dipanaskan berulang kali menunjukkan peningkatan kandungan glukosa dan kolesterol, sekaligus menurunkan kadar protein di dalamnya.

Penelitian juga mengonfirrmasi bahwa oksidasi dari minyak tersebut dapat meningkatkan risiko kesehatan, salah satunya obesitas.

Bahkan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti meningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga penyakit kardiovaskuler.

  1. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Penelitian menemukan bahwa minyak nabati, seperti minyak kanola, jagung, kedelai dan bunga matahari yang dipanaskan berulang kali dapat membentuk senyawa berbahaya seperti 4-hidroksi-trans-2-nonenal (HNE). Saat masuk ke dalam tubuh, HNE bisa bereaksi dengan DNA dan RNA yang memengeruhi kinerja sel tubuh.

Makanan yang digoreng dengan minyak jelantah yang mengandung HNE bisa berisiko menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, stroke, Alzheimer, hingga gangguan hati dan kanker.

Tips Aman Pakai Minyak Jelantah

Jika ingin memakai minyak untuk menggoreng lebih dari sekali cara berikut ini mungkin bisa Anda ikuti untuk meminimalisir risiko bahayanya:

  • Setelah minyak dipakai, segera saring minyak hingga bersih dari sisa makanan yang digoreng
  • Anda juga bisa menggunakan kertas kopi untuk menghilangkan partikel makanan
  • Simpan minyak yang sudah digunakan dalam toples kaca yang bersih
  • Tutup toples dan berikan label tanggal
  • Bekukan di lemari pendingin tidak lebih dari sebulan
  • Jangan pernah menggabungkan minyak sisa dengan minyak yang baru dipakai
  • Jangan menggunakan kembali minyak yang sudah berubah warna selama pemanasan, berbusa, hingga berbau aneh ketika dimasak

Jika Anda ingin memakai minyak jelantah, sebaiknya tidak untuk menggoreng makanan. Sebabnya, fungsi minyak jelantah begitu banyak bukan hanya untuk menggoreng. Anda bisa memakai minyak bekas ini untuk kebutuhan lain, seperti mendaur ulang minyak jelantah menjadi bahan bakar lampu minyak, campuran pupuk tanaman, sampai digunakan sebagai campuran cairan pembersih lantai.

Itulah pembahasan mengenai bahaya minyak jelantah bagi kesehatan tubuh, semoga pembahasan ini bisa memberikan manfaat bagi Anda. Apabila berkenan Anda bisa membagikan artikel ini kepada saudara, teman dekat Anda supaya lebih banyak lagi orang yang bisa terbantu.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!