Cara Membuat Septic Tank Yang Benar Dan Aman Bagi Lingkungan

Rumah yang sehat tentunya harus memiliki saluran pembuangan limbah yang baik. Semua limbah rumah tangga berupa air dan feses akan dialirkan ke dalam sebuah tangki septik. Sebuah wadah penampungan ini tujuannya adalah sebagai langkah pencegahan penyebaran bakteri yang terkandung di dalam limbah manusia. Akan tetapi cara pembuatan tangki septik  yang tidak benar justru akan mencemari lingkungan. Simak ulasan tentang bagaimana cara membuat septic tank yang benar dan aman bagi lingkungan berikut ini.

Cara Membuat Septic Tank yang Benar Dan Aman Bagi Lingkungan

Bagaimana cara membuat septic tank  yang baik dan benar? Ternyata pembuatan septic tank tidak boleh dilakukan secara asal. Terdapat prosedur dan klasifikasi untuk standarisasi tangki pembuangan limbah yang benar dan pastinya aman bagi lingkungan. Prosedur pembuatan tangki septik tertuang dalam Permenkes No.3 Tahun 2004 yang berisi tentang aturan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Di dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017 menyebutkan bahwa standar tangki pembuangan limbah yang baik adalah kedap air. Dengan demikian cairan mengandung bakteri di dalam septic tank tidak merembes ke tanah yang akhirnya akan mencemari air tanah dan lingkungan.

Cara membuat septic tank yang benar dan aman bagi lingkungan adalah dengan memerhatikan pemasangan lubang ventilasi. Lubang angin ini adalah hal wajib yang harus ada pada septic tank. Selain itu standar septic tank yang baik adalah mempunyai saluran pipa yang akan mebawa limbah keluar maupun masuk.

Untuk menjaga efektifitas dari tangki penampungan, maka diwajibkan untuk melakukan penyedotan secara rutin. Limbah cair tersebut kemudian menyerahkan proses selanjutnya kepada petugas Instalasi Pengelolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Standar Nasional Indonesia (SNI) berisi tentang aturan jarak pemasangan area tangki septik dengan lokasi sumur air bersih. Ketentuan jarak minimal diantara keduanya adalah minimal 10 meter. Sedangkan jarak antara septic tank dengan bangunan rumah minimal 1,5 meter. Apabila menggunakan sumur resapan yang mengandalkan air hujan, maka jarak minimal dengan lokasi tangki septik adalah sejauh 5 meter.

Selain aturan tentang jarak antar lokasi sumur, bangunan rumah, dan septic tank, SNI juga mengatur jarak up flow tangki septik dengan sumur adalah sekita 1,5 meter. Begitu pula dengan jarak taman sanita dari tangki septik dengan bangunan rumah dan sumur adalah 1,5 meter.

Sedangkan untuk ukuran dan bentuk teknis dari tangki septik tidak ada aturan tertentu. Cukup dengan menyesuaikan dengan seberapa banyak orang yang tinggal di dalam rumah. Umumnya rumah dengan jumlah anggota 5 orang idealnya membangun tangki septi dengan muatan 2,1 meter kubik. Sedangkan untuk 10 anggota keluaga gunakan tangki bermuatan 3,9 meter kubik, dan volume 5,8 meter kubik untuk 15 orang pengguna.

Ketahui Juga Apa Saja Jenis Septic Tank

Jenis tangki septik dibedakan menjadi tiga berdasarkan material pembuatannya yakni tangki septik dari bahan buis beton, batu bata, dan bio septic. Masing-masing bahan bisa digunakan sebagai  pilihan untuk pembuatan tangki septik di rumah. Namun dengan catatan semua proses pembangunannya dilakukan dengan cara membuat septic tank yang benar dan aman bagi lingkungan.

  1. Buis beton

Material untuk membuat septic tank yang pertama adalah Buis beton. Umumnya tanki pra-cetak ini dijual dalam bentuk tabung. Proses pembuatan tangki relatif lebih mudah dan cepat. Cukup dengan membuat lubang galian, memasukkan buis beton ke dalamnya, kemudian pasang perelengkapan seperti pemasangan pipa dan lain-lainnya.

Kendati untuk menggunakannya perlu biaya yang tidak sedikit, buis beton bisa bertahan sangat panjang. Bahan yang terbuat dari beton tersebut juga tahan karat dan tidak mudah rusak. Namun perlu selektif dalam memilih tangki septik pra-cetak ini. Pastikan bahan pembuatan beton berkualitas sehingga tanki tidak mudah retak atau rusak.

Kertakan pada buis beton akan berakibat fatal dengan merembesnya cairan limbah ke dalam tanah dan menyebakan lingkungan menjadi tercemar dan tidak sehat.

  1. Batu bata

Bahan pembuatan tangki septik menggunakan batu bata ini cukup memakan waktu. Sebab usai melakukan galian tanah, masih diperlukan waktu untuk menunggu pembuatan dinding tangki. Lalu dilanjutkan dengan proses pengecoran. Sehingga biaya yang dikeluarkan pun akan lebih banyak dibanding pembuatan tangki dari bahan buis beton.

Tanki septik dengan material batu bata merupakan jenis tangki konvensional. Dimana feses hanya bisa ditampung kemudian membiarkannya mengendap setelah terurai oleh bakteri. Limbah yang sudah terurai akan diendapkan kembali. Sehingga lebih cepat penuh dan lebih cepat penuh dan harus rutin disedot dengan biaya yang tidak sedikit minimal 5 tahun sekali.

  1. Bio septic tank

Dibandingkan dua jenis bahan tangki septik yang disebutka di atas, bio septic tank adalah jenis yang lebih modern. Bahan yang digunakan tidak berasal dari cor, melainkan dari fiber atau plastik. Salah satu cara membuat septic tank yang benar dan aman bagi lingkungan adalah dengan menggunakan bio.

Dibanding jenis lain, Bio lebih ramah lingkungan sebab limbah cair dari tangki septik tidak akan mengeluarkan bau. Karena bahannya yang dari plastik, limbah juga tidak akan merembes keluar dan mencemari lingkungan.

Jarak antara tangki septik dengan sumur dan bangunan tidak perlu sejauh jarak standar minimal septic tank konvensional. Karena bahan fiber dari bio septic tank memiliki daya tampung yang besar dan tidak mudah bocor. Yang mana kebocoran pada tangki dapat merusak air tanah.

Jika pada septic tank konvensional feses masih berupa endapan padat, pada bio ini bakteri pengurai akan mengubah feses kebentuk cair. Sehingga tangki tidak mudah penuh dan penyedotan bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Diatas adalah beberapa ulasan terkait cara membuat septic tank yang benar dan aman bagi lingkungan. Dengan beberapa panduan atau gambaran diatas maka Anda akan memiliki bayangan bagaimana cara pembuatan septic tank yang tak hanya aman, namun juga baik untuk lingkungan. Jadi pada intinya, tidak asal bangun, ada ilmu yang harus dipelajari disini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!