Cara Pemasangan Dan Perawatan Keran Wastafel
Untuk Anda yang berencana ingin memasang atau mengganti keran wastafel yang sudah rusak, usang atau sekedar hanya ingin mengganti suasana, dengan menggunakan keran wastafel yang baru, pastikan Anda tahu bagaimana cara pemasangan dan perawatan keran wastafel tersebut.
Seperti yang kita ketahui, wastafel memiliki peran penting dalam sanitasi. Selain digunakan untuk mencuci tangan, sikat gigi dan membasuh muka, wastafel juga menjadi tempat yang sangat nyaman untuk membersihkan makeup dan mencukur kumis. Karena fungsi vitalnya tersebut, wastafel harus berfungsi dengan baik. Jangan sampai ada masalah seperti lubang pembuangan mampet atau keran airnya yang tidak mengelurakan air.

Nah, bagi Anda yang baru saja memasang wasatafel di kamar mandi, atau ingin mengganti dengan keran wastafel yang baru, berikut ini adalah tips memasang serta merawat keran wastafel di rumah.
Pemasangan Keran Wastafel
Instalasi atau pemasangan keran wastafel sebenarnya cukup mudah. Tinggal ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Pertama tentukan lokasi wastafel dipasang. Bisa di dalam atau di luar kamar mandi. Jika area kamar mandi terbatas, sebaiknya pasang wastafel di bagian luar kamar mandi. Ukur jarak atau tinggi wastafel umumnya tinggi wastafel 1 meter.
- Setelah lokasi sudah ditentukan. Saatnya memasang instalasi pipa untuk menyalurkan air ke wastafel. Buat lubang seukuran 3 inci untuk memasang keran wastafel.
- Pilih keran wastafel yang ingin digunakan. Bisa keran wastafel biasa atau yang bisa diatur keluar air panas dan dingin. Sekarang ini sudah banyak sekali jenis keran wastafel yang dijual dipasaran, pilih keran wastafel sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda.
- Masukkan keran ke dalam lubang dan sambungkan ke instalasi, terutama jika ingin menggunakan air panas dan dingin.
- Keran wastafel memiliki pengunci di bagian dalam. Kunci dan rekatkan keran dengan wastafel agar tidak goyang. Kini, keran wastafel siap digunakan!
Perawatan Keran Wastafel
Setelah sukses memasang keran wastafel, Anda juga harus merawatnya agar tetap awet berikut caranya:
- Gunakan keran seperlunya. Membuka keran secara terus menerus meski tidak sedang digunakan, selain boros air tentu juga membuat keran bekerja ekstra keras dan berpotensi mengikis bagian dalamnya perlahan-lahan.
- Contohnya saat mencuci tangan. Anda bisa menutup keran lebih dulu ketika sedang menyabuni pergelangan tangan. Jika sudah, nyalakan keran kembali untuk membilas tangan.
- Bersihkan keran secara berkala. Tanpa disadari, cipratan air yang mengenai keran berpotensi menimbulkan karat dan noda hitam. Jika dibiarkan, selain merusak pemandangan, keran juga akan jadi sulit berfungsi. Misalnya sulit diputar karena katupnya berkarat.
- Gunakan cairan krum untuk membersihkan keran. Semprot secara keseluruhan di bagian yang sering terkena air. Lap secara merata dengan kain yang kering dan halus. Ulangi minimal 2 minggu sekali agar keran tetap bersih dan kinclong.
Itulah cara pemasangan dan perawatan keran wastafel. Sebagai tambahan, kualitas air dirumah Anda juga bisa mempengaruhi volume debit air dan potensi timbulnya karat dan noda atau kerak hitam pada keran wastafel. Semakin buruk kualitas air yang Anda gunakan maka harus semakin ekstra Anda merawatnya.
Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu Anda dalam memasang keran wastafel di kamar mandi, jika Anda masih mengalami kesulitan Anda bisa menanyakanya kepada kami. Penting untuk diingat, jangan sampai salah memilih produk kran wastafel.
0 Comments