Gunung Semeru Kini Punya Toilet Basah

Toilet basah sekarang sudah tersedia di kawasan Ranu Kumbolo, untuk menggantikan toilet kering sebelumnya. Toilet basah, artinya toilet yang menyediakan air untuk cebok dan bersih – bersih.

Gunung Semeru resmi dibuka kembali untuk aktivitas pendakian. Pada hari pertama pembukaan. Tercatat 38 orang yang melakukan pendakian.

Ranu Kumbolo di Gunung Semeru masih jadi favorit pendaki. “Ada 38 pendaki, saya belum cek tapi dari Malang ada,” ujar Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Ranupani, Agung Siswoyo dikutip dari hasil interviewnya dengan detikTravel.

Toilet di gunung semeru

Untuk pendakian ke Gunung Semeru dapat memesan melalui booking online di website resmi Bromo Tengger Semeru.

“Sekarang pendakian Gunung Semeru sudah tidak bisa on the spot lagi, harus melalui booking online,” tambahnya.

Para pendaki harus membawa surat kesehatan saat registrasi di pintu masuk Gunung Semeru. Untuk hal tersebut, pendaki kini dimudahkan karena sudah terdapat pelayanan kesehatan 24 jam di Ranu Pani dari Rumah Sakit Bhayangkara, Lumajang.

“Dulu kan ada saja alasan tidak bawa surat kesehatan dan selain itu surat kesehatannya harus real time 1 hari sebelum mendaki. Sekarang sudah ada di Ranu Pani, jadi bisa dilakukan di sana,” jelas Agung.

Kini Ada Toilet Basah Di Semeru

Toilet basah sekarang sudah tersedia di Gunung Semeru tepatnya di Kawasan Ranu Kumbolo, menggantikan toilet kering yang sebelumnya digunakan. Toilet basah, artinya toilet yang menyediakan air untuk cebok dan bilas.

Jika di total, terdapat 6 bilik toilet basah di Kawasan Ranu Kumbolo.

Sebelumnya di Gunung Semeru hanya ada toilet kering saja dan sempat viral dan mendapat banyak komen negatif dari para netizen karena kebersihan toiletnya yang tidak terawat.

“Yang membuat toilet basah itu dari pihak taman nasional, tapi yang jaga di sana adalah paguyupan PKL (Pedagang Kaki Lima),” ungkapnya.

Agung juga menambahkan, terdapat sekitar 18 pedagang kaki lima di Kawasan Gunung Semeru tersebut. Dari pihak (TNBTS) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berencana akan menggandeng mereka, seperti salah satunya untuk menjaga toilet basah.

“Mereka juga yang mengangkut air jika habis sekaligus membersihkannya. Nanti ada kontribusinya, tapi masukan dari kami tidak lebih dari Rp 5 Ribu,” tutup Agung.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!